Author Archives: ali sastro

Teguh

Guh, gue lupa kapan kita terakhir ngobrol. Bahkan, gue lupa kapan kita terakhir ketemu. Apa mungkin di waktu Lebaran? Kapan? 10 tahun lalu? Entah. Tapi gue ingat kita pernah main bareng waktu kecil dulu. Itu hampir 30 tahun lalu. Dan … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Alvvays

Konon katanya bau Camera Obscura—pop kamar apalah itu istilahnya. Tapi, meskipun Camera Obscura itu tidak bisa dibilang jelek, Alvvays ini berada di level yang berbeda dengan Camera Obscura. Ini, tentu saja, selera pribadi. Entah salah siapa—mungkin karena Molly Rankin is … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Waham Muslim Liberal Ngehe

Orang Islam yang liberal, ngehe dan delusional. Mereka ada di kepala untuk saya cela. Apanya yang Islam? Apanya yang liberal? Apanya yang ngehe? Dan apanya yang delusional? Saya tidak punya jawaban yang jelas soal ini. Tidak ada jawaban yang bersifat … Continue reading

Posted in katarsis | Tagged , , | Leave a comment

Lima Alasan Kenapa Chat Berjama’ah Adalah Sebuah Distopia

Dunia berubah. Apa yang bisa kita lakukan? Sedikit, kalo ada. Coba tanya Rhenald Kasali, evangelis perubahan paling wahid seantero negeri. Kalo lo gak berubah, katanya, lo bakal jadi sejarah. Liat Nokia dan Blackberry—di mana mereka sekarang? Gua sebetulnya bukan anti-perubahan. … Continue reading

Posted in katarsis | Tagged , , | 3 Comments

Gunther

Siapa yang lebih menderita, Raskolnikov atau Gunther? Aku bilang Gunther. Raskolnikov masih punya keinginan untuk melawan nasib, memberontak dari belenggu takdir. Gunther tidak. Gunther pasrah pada nasib—selamanya hidup dalam fantasi dan keinginan yang lemah, terperangkap dalam kesepian yang panjang. Apa … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Lima Hal Yang Perlu Kalian Sepakati Sebelum Kalian Berdebat Soal Siapa Menghormati Siapa Di Bulan Ramadan

Gue tau lo semua udah pada pinter-pinter semua. Gue yakin tulisan ini pun kagak bakalan mengubah pandangan kalian sedikit pun. Apalagi gua bukan ustad atau intelektual Islam Salihara yang suka baca kitab kuning dan kitab-kitab filsafat Barat. Gue cuma bloger, … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 3 Comments

Dandhy Dwi Laksono

Membenci selebritas medsos sudah jadi pekerjaan saya sejak ada yang namanya selebritas medsos. Itu sebab, saya merasa perubahan sikap ini—bahwa ada selebritas medsos layak puji—layak saya tulis. Dan ini harusnya bukan penemuan besar atau apa—harusnya memang begitu, dalam kehidupan yang … Continue reading

Posted in Orang, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment