Teguh

Guh, gue lupa kapan kita terakhir ngobrol. Bahkan, gue lupa kapan kita terakhir ketemu. Apa mungkin di waktu Lebaran? Kapan? 10 tahun lalu? Entah. Tapi gue ingat kita pernah main bareng waktu kecil dulu. Itu hampir 30 tahun lalu. Dan gue denger kemarin lo udah gak ada lagi. Dan gue bahkan lupa bagaimana caranya gue ngomong sama lo—aku, kamu, lo, gue? Dan gue merasa bersalah. Katanya ga ada yang dateng waktu lo nikah. Dan yang lebih parah lagi, gue baru denger lo udah nikah waktu gue denger lo baru aja pergi, dikubur di pemakaman di antara rumah lo dan bekas rumah gue dulu, di tempat kita biasa main. Waktu membentang jauh. Selamat jalan, Guh. Innalillahi wa inna ilahi roji’un. RIP.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s