Lima Hal Yang Perlu Kalian Sepakati Sebelum Kalian Berdebat Soal Siapa Menghormati Siapa Di Bulan Ramadan

index

Gue tau lo semua udah pada pinter-pinter semua. Gue yakin tulisan ini pun kagak bakalan mengubah pandangan kalian sedikit pun. Apalagi gua bukan ustad atau intelektual Islam Salihara yang suka baca kitab kuning dan kitab-kitab filsafat Barat. Gue cuma bloger, dan setiap orang bisa jadi bloger. Dan poin-poin dalam tulisan ini pun bukan sesuatu yang njlimet. Karena, come on, harusnya ini bukan masalah yang suseh juga. Kayak, orang sering bilang: “ya, yang penting saling menghormati aja!” Ya, itu benar. Harusnya begitu. Harusnya, di dunia yang ideal, kalimat itu menyudahi persoalan. Tapi, kenyataannya enggak. Karena lo pade semua rese dan gak ada kerjaan. Karena mungkin masalahnya lebih pelik dari itu. Masalahnya gak bisa diselesaikan oleh kata-kata klise atau platitudes. Ini bisa dimaklumi. Maksud gue gini, secara kongkret, apa artinya saling menghormati? Dalam praktiknya menghormati itu sebetulnya ngapain? Apakah membiarkan orang berjualan di bulan puasa itu bisa disebut sebagai menghormati yang tidak puasa? Apakah tidak makan di depan orang puasa bisa disebut sebagai menghormati yang berpuasa? Apakah hormat? Apakah puasa? Ribet, kan? Well, ya, kalo orang-orang bisa kagak rese dan mind their own fucking businesses, harusnya gak ribet sih. Makanya, gue pikir tim “ORANG GAK PUASA HORMATIN YANG PUASA!!” dan tim “ORANG PUASA HORMATIN YANG KAGAK PUASA!!” kudu sepakat dulu apa yang sebetulnya kalian perdebatkan. Biar jelas, yang diributin itu sebetulnya apaan. Oke, langsung aja lah, sebelum lo pade ribut-ribut lagi. Kita sepakati dulu:

Kita ini ngomongin puasa Ramadan, bukan yang lain

Puasa gak sama dengan solat dan ibadah lainnya. Puasa, PASTINYA, gak sama dengan ibadahnya agama lain. Misalnya, nyepi. Puasa Islam juga beda dengan puasa Kristen, atau Yahudi. Puasa di sini juga merujuk pada puasa Ramadan, bukan puasa Senen-Kemis atau puasa Daud. Atau puasa sebelum lebaran haji. Kalian harus sepakat. Ini soal puasa Ramadan, bukan yang lainnya. Karena kalo kalian mulai bikin perumpamaan dan memperdebatkan soal lain, ya ente bakal susah sendiri. Karena—menghormati orang yang lagi puasa dengan menghormati orang yang lagi senggama itu gak sama. Oke, sepakat? Sepakat aja laaaah…

fast-repent-sins-ideally-yom-kippur-ecard-someecards

Kita gak lagi bicara soal hak—karena hak itu mutlak

Hak itu sifatnya mutlak. Dan ini harus kita sepakati bener-bener. Orang Islam berhak berpuasa. Orang yang bukan Islam berhak untuk tidak berpuasa. Dan secara Indonesia bukan negara berbasis penafsiran agama tertentu, yang bersifat monolitik dan fasis, setiap orang berhak untuk menjalankan agamanya sesuai dengan kemampuan, kadar pengetahuan dan kadar iman masing-masing. Jadi—INI GAK BISA DIGANGGU GUGAT. Orang berhak gak berpuasa, seperti orang berhak berpuasa. Yang kita perdebatkan ini bukan persoalan hak, tapi soal tata krama, soal kesepakatan sosial, soal bagaimana sebaiknya, bukan seharusnya,  kita hidup bersama-sama, yakni orang yang berpuasa dan yang tidak berpuasa, yang karena kehendak ALLAH SWT/Sejarah mesti berbagi ruang publik bersama.

Apa yang dimaksud menghormati orang puasa/tidak puasa itu relatif

Ini yang susah. Gue yakin kedua kubu sama-sama ingin menghormati. Tapi mereka gak sepakat dengan tindakan apa saja yang bisa dianggap sebagai menghormati atau tidak menghormati. Jadi, ya, gue pikir kita mesti sepakat kalo apa yang dimaksud dengan menghormati di sini sifatnya relatif. Betul-betul tergantung konteks dan situasi. Itu artinya: ini kita gak bisa pukul rata. Harus dilihat kasusnya masing-masing. Contoh kasus: Lo kagak puasa. Dan terus lo tanpa alasan yang jelas bawa 20 mangkok Indomie yang masih panas ke masjid buat lo makan sendiri di depan orang-orang yang lagi tiduran dan kelaparan di masjid sehabis solat zuhur. Apakah ini artinya lo brengsek dan gak menghormati orang puasa? Tergantung. Kalo semua orang Islam itu zuhud dan imannya udah level “oh, fuck this world!” ya mungkin lo dianggap sinting doang. Intinya sih, sebelum kalian berdebat siapa harus menghormati siapa, kalian sepakati dulu tindakan apa saja yang bisa dianggap (tidak) menghormati orang yang (tidak) berpuasa. Dan dalam konteks serta situasi yang bagaimana. Again, pak, gak bisa dipukul rata.

Masalahnya bukan boleh tidak boleh, tapi kapan, warung makan buka

Oke, iya, iya, masalahnya warung bisa buka apa enggak. Menurut gue kita mesti sepakat dulu kalo mencari nafkah itu hak orang. Masalahnya, apakah bisa diatur waktu beroperasinya? Apakah, misalnya, warung bisa diminta buka setelah Ashar? Menurut gue bagian ini yang harus diperdebatkan. Jadi, masalahnya bukan apakah orang bisa jualan makanan di bulan puasa, tapi kapan mereka bisa jualan di bulan puasa. Nah, debatnya fokus di situ. Bawa argumen masing-masing. Bawa data masing-masing. Biar keliatan siapa yang paling bigot ngawur.

010811_SOLO_tirai-restoran2

makan apa senggama pake tirai?

Kita mau debatin apa? Agama, perda atau tata krama?

Ya gue tau semuanya terkait. Tapi fokusnya harus jelas. Kalo masalahnya agama, ya coba gali literatur agama yang menyoal ini. Dan berdebatlah secara sehat. Kalo masalahnya perda, ya coba liat perdanya, redaksinya gimana, apakah ada klausul yang tidak masuk akal, apakah perdanya rasional, dlsb. Dan kalo ini soal etika, ya coba dibahas secara spesifik apa dan apa yang bisa dianggap tidak sopan dlsb. Karena ini semua beda: agama bukan perda, perda bukan etika.

Oke, sudah. Selamat (tidak) berpuasa!

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Lima Hal Yang Perlu Kalian Sepakati Sebelum Kalian Berdebat Soal Siapa Menghormati Siapa Di Bulan Ramadan

  1. irdix says:

    oh, fuck this world!

    Like

  2. marilah kita bersamasama menunggu bedug maghrib

    Like

  3. astiitah.as says:

    mari kita bersama-sama menuju pasar Ramadhan, kali aja nemu yang pas di mulut.. hahah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s